NINDYA
Orang tua mana yang tidak bahagia saat anaknya lahir. “Anindya Fauziah” itulah nama yang aku sematkan kepada putri pertamaku yang baru lahir, seorang putri cantik nan imut. Ku rawat ia bersama istriku dengan kasih sayang melebihi rasa sayangku kepada segalanya, ku mandikan dia dan ku ceboki dia saat dia be’ol.
Dan betapa terkejutnya aku saat aku lagi bekerja mendengar kabar bahwa putri kecilku jatuh dari atas ranjang saat ditinggal istriku masak di dapur. Tidak tunggu waktu lama aku langsung pamit kepada atasanku untuk pulang ke rumah. Di perjalanan hatiku cemas dan ingin cepat sampai di rumah. Setibanya dirumah aku mendapati putriku menangis dengan keras, tanpa basa-basi aku langsung membawa putri kecilku ke rumah sakit yang tidak jauh dari rumahku.
“Anak bapak-ibu mengalami benturan di kepalanya, benturan itu mengarah langsung ke saraf, tapi untunglah ia masih selamat. Tapi anak bapak-ibu tidak bisa tumbuh besar lebih dari 120 cm.” kata dokter yang menangani nindya (putri kecilku)
“Dokter bercanda kan Dok?” balasku tidak yakin.
“Bapak-ibu yang sabar ya” kata dokter memberi semangat.
“Ini semua salahku” kata istriku dengan menangis kecewa menyalahkan dirinya.
“Sabar Ma, ngk apa-apa yang penting putri kita masih selamat. Toh kita masih bisa melihat dia bahagia.” Kataku untuk menyemangati istriku.
Kini kami semakin sayang kepada nindya, dan kami berjanji akan memberikan ia perhatian lebih, lebih dari sebelumnya.
**
Kini putri kecilku sudah duduk di bangku kelas XI SMA, dan vonis yang dikatakan dokter waktu itu memang nyata, meskipun sudah berusia 16 tahun tingginya hanya setinggi dadaku tidak lebih dari itu. Pernah suatu ketika ia tanya kepadaku
“Yah, dari dulu aku kok hanya setyinggi ini sih Yah, padahal teman-temanku jauh lebih tinggi dariku. Kenapa ya Yah?”
Aku hanya diam, orang tua mana yang bisa menjawab pertanyaan seperti itu? Aku takut kalau aku berkata jujur ia akan marah kepada ibunya, karena ibunya lah penyebab semua ini. Ibunya selalu menangis saat mendengar nindya bertanya seperti itu. Nindya bercita-cita menjadi POLWAN, walaupun postur tubuhnya tidak mendukung ia tetap berusaha untuk menjadi lebih tinggi, setiap pagi ia jogging dan loncat beberapa kali berharap ia bisa menjadi lebih tinggi dari postur tubuhnya saat ini
Beberapa hari kemudian ia kembali bertanya kepadaku dengan pertanyaan yang sama.
“Yah, dari dulu aku kok hanya setinggi ini sih Yah, padahal kan aku sudah rajin berolah raga tapi tetap aja segini. Padahal kan aku ingin menjadi POLWAN.
Aku tetap diam dan berusaha mencari topik pembicaraan lain, tapi karena sudah tidak kuat memendam masa lalu yang selalu membuatnya menangis, istriku bercerita terus terang kepada nindya.
“Maafkan ibu Nindya, sebenarnya waktu kamu kecil kamu jatuh dari atas ranjang ketika ibu meninggalkanmu sendirian untuk memasak di dapur. Dan itu menyebabkan kamu tidak bisa tumbuh tinggi lebih dari 120 cm. maafkan ibu Nindya, ibu sangat menyesal.”
Seperti yang aku tebak sebelumnya, nindya sangat kecewa kepada ibunya.
“Kenapa ibu tidak bilang sejak dulu? Percuma saja selama ini aku berusaha untuk menjadi lebih tinggi. Aku kecewa kepada ibu.” Kata nindya.
Saat itu juga nindya berlari ke luar rumah entah kemana, aku dan istriku mengejar namun sia-sia
***
Beberapa hari setelah nindya kabur dari rumah, kami mendengar kabar bahwa nindya ditemukan sudah tidak bernyawa di dasar jurang dengan selembar surat di saku bajunya
“Aku kecewa kepada Ayah-Ibu, karena tidak memberi tau apa yang sebenarnya terjadi kepadaku lebih awal, aku hanya ingin menjadi POLWAN. Itulah satu-satunya keinginan terbesarku, untuk apa aku hidup jika gagal menjadi POLWAN. Mungkin ini adalah cara terbaik bagiku.
Selamat tinggal Ayah-Ibu, terima kasih telah merawatku dengan kasih sayang.”
Anindya Fauziah
Sejak meninggalnya nindya istriku sering merenung sendirian memanggil nama nindya, karena ia yang paling merasa bersalah.
Selamat jalan Nindya, selamat jalan putriku. Tunggu Ayah-Ibu disana untuk menebus kesalahan yang pernah kita perbuat kepadamu. Selamat jalan Putriku semoga kau tenang dialam sana.
Senin, 25 Januari 2016
Makalah Tegangan permukaan
KATA PENGANTAR
Salah satu tujuan disajikan mata pelajaran IPA FISIKA untuk SMA atau MA adalah agar siswa maupun siswi memiliki kemampuan untuk melaksanakan meningkatkan kreativitas dalam berpikir dan cermat dalam melakukan penelitian. Materi yang terdapat dalam makalah ini mengacu pada Kurikulum 2013 .
Makalah ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan oleh Kurikulum 2013, siswa maupun siswi di ajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas disekitarnya. Oleh karena itu, makalah ini di susun dari berbagai macam sumber belajar.
Dengan terselesaikannya makalah tentang bab TEGANGAN PERMUKAAN ini , kami sekelompok anggota dari kelompok kami , mengucapkan terima kasih kepada Orang tua kami yang telah mendukung kami pada waktu pembuatan makalah ini .
Semoga makalah ini memberikan manfaat untuk peningkatan kualitas pendidikan anak SMA atau MA .
Mojokerto, Februari 2015
PENYUSUN
i
Daftar isi
Kata pengantar..................................................i
Daftar isi...........................................................ii
Pendahuluan.................................................iii-iv
Kajian Pustaka.................................................1-8
Devinisi Tegangan Permukaan...............1
Persamaan Tegangan Permukaan..........2
Faktor yang menpengaruhi....................3
Meniskus Cembung dan Cekung.............4
Devinisi meniskus Cekung dan Cekung...5
Gambar Meniskus Cembung&cekung.....6
Aplikasi Tegangan Permukaan dalam kehidupan sehari hari ..................................7
Contoh Soal...........................................8
Daftar Pustaka.......................................9
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Banyak kejadian – kejadian alam yang kurang kita perhatikan akan tetapi fenomena-fenomena tersebut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan permukaan . Sering terlihat peristiwa – peristiwa alam yang tidak diperhatikan dengan teliti misalnya jarum yang diletakkan pada permukaan air. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya gaya – gaya yang bekerja pada permukaan zat cair atau pada batas antara zat cair dengan bahan bahan lain.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang berada pada keadaan diam (statis) .
Suatu molekul dalam fase cair dapat dianggap secara sempurna dikelilingi oleh molekul lainnya yang secara rata-rata mengalami daya tarik yang sama ke semua arah . Gejala ini yang disebut dengan tegangan permukaan .
iii
Oleh karena itu dilakukan percobaan penentuan tegangan permukaan dengan metode berat tetes agar dapat mengetahui nilai tegangan permukaan dari suatu larutan dan dapat menganalisa kejadian – kejadian yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari dengan mempelajari tentang tegangan permukaan .
TUJUAN PEMBELAJARAN
Mengetahui pengeretian tegangan permukaan air
Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi reaksi tenggelamnya jarum
Mengetahui perbedaan antar meniskus cembung dan cekung .
iv
KAJIAN PUSTAKA
DEVINISI TEGANGAN PERMUKAAN
TEGANGAN PERMUKAAN
Pernah kah kalian melihat serangga yang mampu berjalan di atas permukaan air ? serangga mampu berjalan diatas permukaan air disebabkan oleh adanya tegangan permukaan zat cair. Apakah yang dimaksud dengan tegangan permukaan zat cair ?
Tegangan permukaan suatu zat cair di definisikan sebagai gaya setiap satuan panjang .
1
Tegangan permukaan zat cair dapat di tuliskan dalam persamaan berikut :
Keterangan :
Selain pada zat cair , tegangan permukaan terjadi pada selaput sabun. Pada selaput sabun, tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada suatu permukaan per satuan panjang permukaan pada arah tegak lurus terhadap gaya tersebut . besar tegangan permukaan suatu benda di pengaruhi oleh selaput sabun dirumuskan sebagai berikut :
Keterangan :
-2)
2
Faktor yang mempengaruhi
Faktor –faktor yang menentukan tegangan permukaan adalah gaya andhesi dan gaya kohesi . Gaya andhesi merupakan gaya saling tarik antara molekul –molekul tak sejenis . misalnya : tinta dapat menempel pada kertas , karena adanya gaya tarik molekul - molekul kertas dengan molekul – molekul tinta . sedangkan gaya kohesi adalah gaya saling tarik antar molekul – molekul sejenis . Misalnya air dicampur dengan minyak selalu terpisah , karena molekul – molekul pada air cenderung tarik menarik dengan molekul – molekulnya sendiri . demikian pula molekul-molekul minyak cenderung menarik molekul-molekul minyak itu sendiri .
3
MENISKUS CEMBUNG DAN CEKUNG
Jika anda tuangkan air kedalam sebuah tabung kaca dan raksa pada tabung kaca yang lainnya , bagaimana bentuk permukaan air dan raksa pada tabung ? Permukaan air dalam tabung melengkung keatas pada bagian yang menempel di bagian dinding kaca , sedangkan permukaan raksa dalam tabung melengkung ke bawah bagian kaca . mengapa demikian ?
Meniskus adalah peristiwa mencekung atau
mencembungnya permukaan zat cair.
Berdasarkan bentuk permukaan zat cair,
meniskus dibedakan menjadi dua, yaitu meniskus
cembung dan meniskus cekung.
4
MENISKUS CEMBUNG
Meniskus cembung adalah permukaan zat cair yang berbentuk cembung. Contohnya adalah permukaan air didalam tabung reaksi yang telah diolesi minyak. Gaya kohesi antar partikel air lebih besar dari pada gaya adhesi antara partikel air dengan partikel minyak, akibatnya partikel air cenderung menjauhi dinding tabung reaksi, oleh karena itu, permukaan air di dinding lebih rendah daripada permukaan air di tengah tabung reaksi. Meniskus cembung juga dapat ditunjukkan dengan memasukkan raksa kedalam tabung reaksi. Meniskus cembung mempunyai sifat tidak membasahi dinding dan turunnya permukaan raksa pada pipa kapiler
MENISKUS CEKUNG
Meniskus cekung adalah permukaan zat cair yang bentuk cekung sebagai contoh air dituangkan kedalam tabung reaksi yang tidak berminyak. Gaya adhesi antar partikel air dengan partikel tabung reaksi lebih besar daripada gaya kohesi antar partikel air . Partikel air yang bersentuhan dengan dinding lebih tertarik ke dinding , oleh karena itu posisi permukaan air di dinding tabung lebih tinggi dari pada posisi permukaan air di tengah tabung. Sifat zat cair pada meniskus cekung adalah membasahi dinding kaca dan naiknya permukaan zat cair pada pipa kapiler.
5
Berikut adalah gambar dari meniskus cembung dan cekung :
6
Aplikasi Tegangan Permukaan Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Penerapan Tegangan Permukaan dalam kehidupan sehari – hari :
- mencuci dengan air panas jauh lebih bersih dibandingkan dengan air yang bersuhu normal
- antiseptik yang dipakai untuk mengobati luka,selain dapat mengobati luka juga dapat membasahi seluruh luka.
7
Contoh soal
Sebuah kawat berbentuk segiempat dengan sisi dan lebarnya serta massanya 10 gram berada dipermukaan zat cair . Tentukan tegangan permukaan zat cair itu, jika -2 ?
2cm
3cm
Penyelesaian :
Diketahui
-2
-2
-2
-2
Ditanya :
Jawab : berat benda : W =m.g
=10-2x 10
` =10-1 N
Tegangan permukaan
=
= 1N/m
8
DAFTAR PUSTAKA
ABADI, RINAWAN dan DHARA NURANI . 2013 . Fisika Peminatan Matematika Dan Ilmu-Ilmu Alam. Klaten . Intan Pariwara
SUYANTO, S.Pd . 2013. Panduan belajar 10 SMA IPA. Yogyakarta . PT Primagama Bimbingan Belajar
https://wawanfisika.wordpress.com/2010/09/30/kohesi-dan-adhesi/
Sulistyo dan Umar M. 2013. Fisika Untuk SMA/MA berdasarkan kurikulum 2013 X-B. JAKARTA . Gunung Ilmu
Fatimah Siti.2013.Fisika 1 Untuk SMA Kelas X.Sidoarjo.Masmedia
Cerpen Adiwiyata
ADIWIYATA UNTUK SEMUA
Kring.. Kring.. Kring.. Suara alarm membangunkanku dari tidur lelapku, aku segera bangun dan bergegas ke kamar mandi. Hari ini adalah hari pertama aku masuk SMA, sekolahku saat ini berbasis Adiwiyata, aku tidak mengerti apa itu Adiwiyata, setelah aku tanya ke semua teman-temanku aku baru tau kalau Adiwiyata itu artinya peduli lingkungan.
Saat kelas X ada lomba keindahan taman, masing-masing kelas mendapat lahan yang luasnya 3x1 meter untuk diubah menjadi taman. Kelasku kebagian lahan di bagian belakang sekolah, lahan itu sangat tandus dan tidak ada satupun tanaman yang tumbuh disana. Aku dan teman-teman bingung.
"Tumbuhan apa yang bisa tumbuh di tanah seperti ini?" tanya salah seorang temanku
"Bagaimana kalau kita tanami aja pohon kaktus dan pohon palem, kedua pohon itu mudah tumbuh di lahan seperti ini." jawab ketua kelas
"Betul itu, terus bawahnya kita kasih rumput-rumput liar biar terlihat lebih hidup." saranku, dan diikuti persetujuan dari teman-teman yang lain. Selama benerapa hari kedepan semua siswa saling bergantian merawat taman masing-masing.
Hari yang dotunggu akhirnya tiba juga, hari ini penilaian semua siswa harap-harap cemas tanpa terkecuali teman-teman sekelasku, mereka kurang puas dengan hasil taman mereka karena taman milik kelas lain lebih bagus dari taman kita. Dan prediksi kita tidak meleset, taman kita tidak juara dan hanya menempati peringkat 9 dari 24 taman yang diperlombakan. Tapi kita tetap bangga karena taman kita masih masuk 10 besar 😃
**
Tiga tahun kemudian aku lulus, meninggalkan sekolah Adiwiyata tercintaku untuk melangkah lebih jauh ke perguruan tinggi. Aku diterima di UNDIB, Universitas negeri terbesar di kota semarang jawa tengah, disana aku tinggal di sebuah rumah kost kecil yang dekat dari kampus. Namun rumah kost tempatku tinggal sangat panas dan tidak ada satupun pohon yang tumbuh disana.
Setelah tinggal beberapa hari di rumah kost tersebut aku mulai tidak nyaman, aku berinisiatif untuk menanam pohon di sekitar rumah kost itu, dengan menyisihkan sebagian uang saku yang tidak banyak aku membeli bibit pohon yang dijual di pinggir jalan kota semarang, dengan uang 100rb aku mendapatkan 8 bobit pohon dan menanamnya.
"Percuma Mas sampean menanam disitu ndak akan bisa tumbuh, disini airnya susah, apalagi musim kemarau seperti saat ini." teriak ibu kost mengingatkanku
"Tidak apa-apa bu, saya coba dulu siapa tau kalau aku yang menanam akan cepat tumbuh hehehe." jawabku dengan sedikit bercanda
" Ya sudah, terserah Mas saja yang penting saya sudah mengingatkan." baLas ibu kost itu dan beranjak pergi
"enjeh bu, matur nuwun sudah di kasih tau." jawabku
Keesokan harinya apa yang dikatakan ibu kost itu memang benar, bibit pohon yang aku tanam kemarin layu, aku pusing tijuh keliling. Tetapi dengan bekal Ijazah IPA dari SMA, aku mencoba membuat resapan air dari air selokan, karena air selokan mengandung cacing yang bertugas menggemburkan tanah. Akhirnya usahaku berhasil, setelah satu minggu merawat dengan telaten tanaman itu tumbuh subur dan semua warga di sekitar rumah kostku mengapresiasi hasil kerjaku, mwrwka pun meniru apa yang telah aku lakukan, yaitu membuat resapan air dari selokan untuk menanam pohon.
Setelah beberapa bulan, kini daerah tempat kpstku menjadi rindang dan sejuk, aku bangga kepada diriku sendiri karena apa yang telah aku lakukan ditiru oleh orang lain dan bermanfaat bagi semua.
AMANAT:
Pohon adalah sumber kehidupan makhluk hidup, karena pohon dapat membuat udarah segar dan memberikan kehidupan di bumi ini. Untuk itu kita harus menanam pohon dimanapun kita berada.
STRUKTUR:
* Abstrak : Paragraf 1
* Orientasi : Paragraf 2
* Komplikasi : Paragraf 3-5
* Evaluasi : Paragraf 6
* Reslusi : Paragraf 7-12
* Koda : Paragraf 14
KAIDAH:
Pohon memang penting, tapi untuk menanam pohon tidak sembarangan, harus mendapat persetujuan dari yang punya lahan karena tidak semua orang peduli dengan alam.
Kring.. Kring.. Kring.. Suara alarm membangunkanku dari tidur lelapku, aku segera bangun dan bergegas ke kamar mandi. Hari ini adalah hari pertama aku masuk SMA, sekolahku saat ini berbasis Adiwiyata, aku tidak mengerti apa itu Adiwiyata, setelah aku tanya ke semua teman-temanku aku baru tau kalau Adiwiyata itu artinya peduli lingkungan.
Saat kelas X ada lomba keindahan taman, masing-masing kelas mendapat lahan yang luasnya 3x1 meter untuk diubah menjadi taman. Kelasku kebagian lahan di bagian belakang sekolah, lahan itu sangat tandus dan tidak ada satupun tanaman yang tumbuh disana. Aku dan teman-teman bingung.
"Tumbuhan apa yang bisa tumbuh di tanah seperti ini?" tanya salah seorang temanku
"Bagaimana kalau kita tanami aja pohon kaktus dan pohon palem, kedua pohon itu mudah tumbuh di lahan seperti ini." jawab ketua kelas
"Betul itu, terus bawahnya kita kasih rumput-rumput liar biar terlihat lebih hidup." saranku, dan diikuti persetujuan dari teman-teman yang lain. Selama benerapa hari kedepan semua siswa saling bergantian merawat taman masing-masing.
Hari yang dotunggu akhirnya tiba juga, hari ini penilaian semua siswa harap-harap cemas tanpa terkecuali teman-teman sekelasku, mereka kurang puas dengan hasil taman mereka karena taman milik kelas lain lebih bagus dari taman kita. Dan prediksi kita tidak meleset, taman kita tidak juara dan hanya menempati peringkat 9 dari 24 taman yang diperlombakan. Tapi kita tetap bangga karena taman kita masih masuk 10 besar 😃
**
Tiga tahun kemudian aku lulus, meninggalkan sekolah Adiwiyata tercintaku untuk melangkah lebih jauh ke perguruan tinggi. Aku diterima di UNDIB, Universitas negeri terbesar di kota semarang jawa tengah, disana aku tinggal di sebuah rumah kost kecil yang dekat dari kampus. Namun rumah kost tempatku tinggal sangat panas dan tidak ada satupun pohon yang tumbuh disana.
Setelah tinggal beberapa hari di rumah kost tersebut aku mulai tidak nyaman, aku berinisiatif untuk menanam pohon di sekitar rumah kost itu, dengan menyisihkan sebagian uang saku yang tidak banyak aku membeli bibit pohon yang dijual di pinggir jalan kota semarang, dengan uang 100rb aku mendapatkan 8 bobit pohon dan menanamnya.
"Percuma Mas sampean menanam disitu ndak akan bisa tumbuh, disini airnya susah, apalagi musim kemarau seperti saat ini." teriak ibu kost mengingatkanku
"Tidak apa-apa bu, saya coba dulu siapa tau kalau aku yang menanam akan cepat tumbuh hehehe." jawabku dengan sedikit bercanda
" Ya sudah, terserah Mas saja yang penting saya sudah mengingatkan." baLas ibu kost itu dan beranjak pergi
"enjeh bu, matur nuwun sudah di kasih tau." jawabku
Keesokan harinya apa yang dikatakan ibu kost itu memang benar, bibit pohon yang aku tanam kemarin layu, aku pusing tijuh keliling. Tetapi dengan bekal Ijazah IPA dari SMA, aku mencoba membuat resapan air dari air selokan, karena air selokan mengandung cacing yang bertugas menggemburkan tanah. Akhirnya usahaku berhasil, setelah satu minggu merawat dengan telaten tanaman itu tumbuh subur dan semua warga di sekitar rumah kostku mengapresiasi hasil kerjaku, mwrwka pun meniru apa yang telah aku lakukan, yaitu membuat resapan air dari selokan untuk menanam pohon.
Setelah beberapa bulan, kini daerah tempat kpstku menjadi rindang dan sejuk, aku bangga kepada diriku sendiri karena apa yang telah aku lakukan ditiru oleh orang lain dan bermanfaat bagi semua.
AMANAT:
Pohon adalah sumber kehidupan makhluk hidup, karena pohon dapat membuat udarah segar dan memberikan kehidupan di bumi ini. Untuk itu kita harus menanam pohon dimanapun kita berada.
STRUKTUR:
* Abstrak : Paragraf 1
* Orientasi : Paragraf 2
* Komplikasi : Paragraf 3-5
* Evaluasi : Paragraf 6
* Reslusi : Paragraf 7-12
* Koda : Paragraf 14
KAIDAH:
Pohon memang penting, tapi untuk menanam pohon tidak sembarangan, harus mendapat persetujuan dari yang punya lahan karena tidak semua orang peduli dengan alam.
Langganan:
Komentar (Atom)